DAFTAR ANGGOTA | CARA DAPAT BAGI HASIL 60% | PILIH JENIS SIMPANAN | Gabung Facebook BMT DIC | KEUNTUNGAN SAHAM BMT

Kamis, 08 Juni 2017

Bolehkah Muslim Menjadi Kaya?

Ini fakta sejarah sahabat yang mungkin jarang di ungkap, jarang diperdengarkan oleh para ulama, bahkan mungkin tidak pernah mengetahuinya padahal sudah usia anda sudah kepala 4. Tidak terlambat. Sekarang saatnya anda banyak tahu bahwa para sahabat nabi adalah orang-orang yang paling kaya di jamannya. Dan sampaikan pada anak cucu untuk mempelajari sejarah para nabi dan para sahabat secara lengkap. Termasuk yang jarang disampaikan oleh para guru yakni para sahabat nabi adalah kaya raya.

Simak tulisan berikut ini sebagaimana di dapat dari www.motivasi-islami.com.

Sahabat Abdurrahman bin ‘Auf ra adalah orang yang sangat kaya, dan Rasulullah SAW tidak pernah memerintah beliau untuk menghilangkan kekayaanya dan menjadi miskin.

Bahkan para sahabat lain seperti Abu Bakar ra, Utsman bin Affan ra, Umar bin Khattab ra, adalah orang-orang kaya dan tidak dilarang untuk kaya.

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ali dari Bapaknya ia berkata, saya mendengar Amru bin Ash berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang kepadaku agar mengatakan, “Bawalah pakaian dan senjatamu, kemudian temuilah aku.”

Maka aku pun datang menemui beliau, sementara beliau sedang berwudlu. Beliau kemudian memandangiku dengan serius dan mengangguk-anggukkan (kepalanya). Beliau lalu bersabda: “Aku ingin mengutusmu berperang bersama sepasukan prajurit. Semoga Allah menyelamatkanmu, memberikan ghanimah dan dan aku berharap engkau mendapat harta yang baik.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidaklah memeluk Islam lantaran ingin mendapatkan harta, akan tetapi saya memeluk Islam karena kecintaanku terhadap Islam dan berharap bisa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Maka beliau bersabda: “Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang Shalih.” (HR. Ahmad 4/197. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Dari hadist diatas bisa kita lihat, Rasulullah SAW berharap Amru bin Ash mendapatkan harta yang baik, dengan alasan sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih.

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Artinya Anda, kita, boleh menjadi kaya asal bertakwa dan shalih. Sepakat?

Yang tidak boleh adalah saat kita menuhankan harta, tujuan hidup kita hanya untuk harta. Yang tidak boleh adalah saat harta justru menjauhkan kita dari Allah. Yang tidak boleh saat dengan harta kita malah semakin maksiat. Yang tidak boleh adalah menghalalkan segala cara demi harta.

Namun, bagi Anda yang memilih untuk tidak kaya, itu pun adalah sebuah pilihan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar